BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian
kualitiatif adalah salah satu model penelitian humanistic yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa sosial/budaya.
Jenis penelitian ini berdasarkan pada filsafat fenomenologi dari Edward Husserl
dan kemudian di kembangkan oleh Max Weber ke dalam sosiologi. Dan terdapat juga
sejumlah aliran yang mendasari penelitian kualitatif, seperti fenomologi,
interaksionisme simbolik, dan etnometodologi, namun demikian ada satu benang
merah yang mempertemukan mereka yakni pandangan yang sama tentang hakikat
manusia sebagai subjek yang mempunyai kebebasan menentukan pilihan atas dasar
sistem makna yang membudaya dalam diri masing-masing pelaku
Dalam penelitian kualitatif proses penelitian merupakan sesuatu
yang paling penting di bandingkan hasil yang diperoleh karena itu peneliti
sebagai instrumen pengumpul data merupakan satu prinsip utama. Hanya dengan
keterlibatan peneliti dalam proses pengumpulan datalah hasil penelitian dapat
di pertangggungjawabkan
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, pelaksanaan penelitian
kualitatif berlangsung secara siklus, tidak dapat di rancang secara rinci sejak
awal penelitian. Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif, maka
penyusun proposal penelitian masih bersifat tentatif, sehingga masalah dan
prosedur penelitian di harapkan berkembang secara bersamaan pada saat
penelitian. Pada saat penyusunan proposal, peneliti seharusnya telah
melaksanakan pengumpulan data untuk menemukan fokus penelitian yang di kenal
dengan istilah grand tour observation, maka dalam makalah inilah akan
dibahas bagaimana sebenarnya penyusunan kerangka penulisan proposal secara baik
dan benar
BAB II
PEMBAHASAN
Kerangka proposal penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah salah satu model penelitian humanistik
yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa/budaya. Jenis
penelitian ini berlandaskan pada filsafat fenomologis dari Edmund Husserl dan
kemudian di kembangkan oleh Max Weber, ke dalam sosiologi.
Secara garis besar proposal penelitian kualitatif terdiri dari 3
bagian, yaitu bagian pendahuluan(bab I), bagian kajian teori(bab II), dan
bagian metode penelitian (bab III), sistematika proposal penelitian kualitatif
di buat sebagai berikut:[1]
BAB I: PENDAHULUAN
A.
Konteks
penelitian (latar belakang dan alasan)
B.
Fokus
penelitian (dapat dirinci menjadi rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyan
penelitian)
C.
Tujuan
penelitian
D.
Kegunaan
penelitian
BAB II: KAJIAN TEORI
A.
Kajian
teori fokus penelitian
B.
Kajian
teori sub fokus I
C.
Kajian
teori sub fokus II
(acuan-acuan teoritik yang mendukung pelaksanaan penelitian)
D.
Kajian
hasil-hasil penelitian relevan
BAB III: METODE PENELITIAN
A.
Tujuan
khusus penelitian
B.
Pendekatan
metode yang digunakan dan alasannya
Pendekatan metode bervariasi:
Etnografi, study kasus, fenomologis, grounded theory, partisipative
ingkuiry, focus group, naturalistuc ingkuiry
C.
Latar
belakang penelitian
D.
Data
sumber data
E.
Prosedur
pengumpulan dan perelkaman data
F.
Analisi
data
G.
Pemeriksaaan
atau pengecekan keabsahan data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Sebelum kegiatan penelitian dilakukan, tahap awal yang harus
dilakukan oleh peneliti adalah membuat proposal penelitian seperti yang telah
di kemukan diatas, melalui proposal inilah penelitian dapat mengungkapkan
segala rencana penelitian yang akan dilakukannya, suatu proposal dapat
dirumuskan apabila seorang peneliti memiliki pengetahuan tentang topik yang
akan ia teliti, buku-buku yang relevan yang cukup memadai serta tersedianya
sumber/fasilitas yang lain. Proposal penelitian kualitatif bersifat fleksible, dan
tidak seketat penelitian kuantitaif. Proposal ini bersifat tentatik dan tidak
boleh ditentukan secara rigid karena
masih terbuka kemungkinan untuk di ubah atau disesuaikan setting
alamiahnya
Fleksiblenya penelitian kualitatif tidak memberi peluang kepada
peneliti untuk membuat proposal. Bogdan dan Biklen menjelaskan bahwa kualitatif
juga mempunyai rancangan, tetapi peneliti bekerja di dasari:[2]
1.
Asumsi-asumsi
theory
Dalam penelitian kualitatif makna dan proses mempunyai peranan
penting dalam memahami tingkah laku manusia. Data yang diperoleh di lapangan
berbentuk deskriptif yang di analisis secara induktif
2.
Pengumpulan
data
Kebiasaaan dalam pengumpulan data dalam penelitian kualitatif
menggunakan teknik observasi berperanserta, wawancara dan analisa dokumen,
penelitian kualitatif dalam proses pelaksanannya tidak jauh berbeda dengan
kuantitatif tetapi langkah-langkah yang di ketahui tidak terpecah-pecah seperti
penelitian kuantitaif. Salah satu unsur yang paling yang harus diperhatikan
peneliti dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif adalah menentukan
tujuan penelitian , walaupun peelitian kualitatif tidak menguji teori tetapi penelitian
kualitatif harus memiliki gambaran tentang grand theory yang bermanfaaat
untuk merekonstruksi temuan di lapangan.
Sumardjono dalam bukunya salim dan syahrum mengatakan bahwa sebuah
usulan penelitian harus memuat:
1)
Judul penelitian
Judul penelitian harus di buat dengan kalimat yang sederhana, menarik,
jelas, aktual dan mengarah kepada masalah yang akan diteliti. Bahasa yang
digunakan hendaknya bahasa ilmiah yang memenuhi standar tertentu dan dapat
dipahami oleh orang lain.
2)
Latar belakang masalah
Merumuskan latar belakang penelitian merupakan hal yang sangat
penting, dalam latar belakang di rumuskan uraian masalah yang menarik minat dan
akan di teliti. Penelitian yang akan di lakukan harus bermanfaat untuk
kepentingan masyarakat dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian yang
di lakukan harus asli dan masalah yang dipilih belum pernah ada yang meneliti
3)
Tujuan penelitian
Dengan demikian, sasaran yang akan di capai dalam penelitian harus
dikemukakan dengan jelas dan tegas. Antara masalah , tujuan dan kesimpulan
harus sinkron
4)
Kegunaaan penelitian
Adapun kegunaan penelitian seharusnya memuat unsur praktis dan
teoritis. Unsur praktis menggambarkan bahwa penelitian yang akan di lakukan
berguna untuk mengambil kebijakan tertentu. Sedangkan unsur teoritis,
penelitian yang dilakukan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan
selanjutnya
5)
Kerangka konseptual/ Kajian teoritis
Sesungguhnya kerangka konseptual menggambarkan hubungan antara
konsep-konsep khusus yang akan di teliti, konsep tersebut merupakan gejala yang
akan di teliti. Konsep merupakan salah satu teori yang mempunyai sifat lebih
konkrit dari pada teori.
6)
Metode peneliitian
Melalui metode penelitian di uraikan secara jelas tentang bahan dan
materi yang di gunakan, alat, cara melakukan penelitian. Alat yang di gunakan
dalam penelitian pada umumnya menyangkut teknik dan instrument penelitian.
Apabila peneliti menggunakan teknik wawancara maka alat yang digunakan adalah tape
recoder,dan lain-lain atau pedoman wawancara untuk memandu, pedoman
wawancara terbagi atas dua macam: pedoman wawancara terstruktur dan pedoman
wawancara tidak tersruktur
Pedoman wawancara terstruktur merupakan pedoman yang disusun secara
terperinci sedangkan tidak terstruktur apabila membuat garis beasarnya saja
dalam memandu wawancara. Bila peneliti menggunakan pengamatan berperanserta
maka harus memenuhi kriteria berikut:
a.
Didasarkan
kepada kerangka penelitian
b.
Direncanakan,
dilakukan dan dicatat secara sistematis
c.
Hasil
yang diperoleh dapat ditemukan kembali secara berulang
Pemilihan observasi sebagai teknik pengumpulan data harus relevan
dengan tujuan penelitian dan keterampilan pengamat. Menurut bentuknya,
observasi terbagi kepada atas observasi terstruktur dan observasi tidak
terstruktur. Selain itu melalui metode penelitian juga di uraikan analisis
data, jenis analisis dapat diplih berdasarkan jenis data yang telah
dikumpulkan. Data kualitatif sebelum analisis harus di pisah-pisah menurut
kategori masing-masing yang selanjutnya di tafsirkan untuk menjawab
permasalahan penelitian
Bab ini memuat uraian
tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang
menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber
data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan
tahap-tahap penelitian.
a.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian II peneliti
perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif,
dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain
itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami
makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan,
etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu
mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus,
grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan,
atau penelitian kelas.
b.
Kehadiran Peneliti
Dalam bagian ini perlu
disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data.
Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas
sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran
peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran
peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu
dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan,
atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti
diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.
c.
Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian
diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta
bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara
jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta
lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan
lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan,
dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti
diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika
megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah
bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
d.
Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan
jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang
memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana
karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian,
bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data
dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari
informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).
Istilah pengambilan sampel
dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam
penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan
informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi).
Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.
e.
Prosedur Pengumpulan Data
Dalam bagian ini diuraikan
teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data:
fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari
lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi,
sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur
menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan
terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman
data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan
cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang
diperlukan dalam pengumpulan data.
f.
Analisis Data
Pada bagian analisis data
diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip
wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan
temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan
sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan
penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data
dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya
analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema.
Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika,
etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan
contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika.
g.
Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian
tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar
diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti
kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti
di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa
sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif,
pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan
pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability),
ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya
dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .
h.
Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikann
proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan
desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.
7)
Jadwal penelitian
Dengan demikian, melalui jadwal penelitian diuraikan secara rinci
tahap setiap kegiatannya dan jangka waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing
tahap kegiatan penelitian dari awal sampai akhir dapat terkendali dari segi
waktu
8)
Daftar pustaka
Daftar pustaka yang
dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya,
bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk
dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan
pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan
dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.
Unsur yang ditulis secara
berurutan meliputi:
1.
Nama penulis ditulis
dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,
2.
Tahun penerbitan
3.
Judul, termasuk subjudul
4.
Kota tempat penerbitan,
dan
5.
Nama penerbit.
Daftar Pustaka
Drs
Salim M.Pd Dan Drs Syahrum M.Pd, Metodologi Penelitian Kualitatif,
Bandung, Cita Pustaka, 2012
Tim Penyusun
Panduan Skripsi IAIN SU, Panduan Penulisan Skripsi, Medan 2011
Lexy J. Moleong, Metode
Penelitian Kualitatif, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2003
Tizzarrahman.wordpress.com/2009/12/09/contoh-proposal-penelitian-kualitatif