Selasa, 18 November 2014

Penelitian Kualitatif

BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian kualitiatif adalah salah satu model penelitian humanistic yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa sosial/budaya. Jenis penelitian ini berdasarkan pada filsafat fenomenologi dari Edward Husserl dan kemudian di kembangkan oleh Max Weber ke dalam sosiologi. Dan terdapat juga sejumlah aliran yang mendasari penelitian kualitatif, seperti fenomologi, interaksionisme simbolik, dan etnometodologi, namun demikian ada satu benang merah yang mempertemukan mereka yakni pandangan yang sama tentang hakikat manusia sebagai subjek yang mempunyai kebebasan menentukan pilihan atas dasar sistem makna yang membudaya dalam diri masing-masing pelaku
Dalam penelitian kualitatif proses penelitian merupakan sesuatu yang paling penting di bandingkan hasil yang diperoleh karena itu peneliti sebagai instrumen pengumpul data merupakan satu prinsip utama. Hanya dengan keterlibatan peneliti dalam proses pengumpulan datalah hasil penelitian dapat di pertangggungjawabkan
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, pelaksanaan penelitian kualitatif berlangsung secara siklus, tidak dapat di rancang secara rinci sejak awal penelitian. Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif, maka penyusun proposal penelitian masih bersifat tentatif, sehingga masalah dan prosedur penelitian di harapkan berkembang secara bersamaan pada saat penelitian. Pada saat penyusunan proposal, peneliti seharusnya telah melaksanakan pengumpulan data untuk menemukan fokus penelitian yang di kenal dengan istilah grand tour observation, maka dalam makalah inilah akan dibahas bagaimana sebenarnya penyusunan kerangka penulisan proposal secara baik dan  benar




BAB II
PEMBAHASAN
Kerangka proposal penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah salah satu model penelitian humanistik yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa/budaya. Jenis penelitian ini berlandaskan pada filsafat fenomologis dari Edmund Husserl dan kemudian di kembangkan oleh Max Weber, ke dalam sosiologi.
Secara garis besar proposal penelitian kualitatif terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian pendahuluan(bab I), bagian kajian teori(bab II), dan bagian metode penelitian (bab III), sistematika proposal penelitian kualitatif di buat sebagai berikut:[1]
BAB I: PENDAHULUAN
A.    Konteks penelitian (latar belakang dan alasan)
B.     Fokus penelitian (dapat dirinci menjadi rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyan penelitian)
C.     Tujuan penelitian
D.    Kegunaan penelitian
BAB II: KAJIAN TEORI
A.    Kajian teori fokus penelitian
B.     Kajian teori sub fokus I
C.     Kajian teori sub fokus II
(acuan-acuan teoritik yang mendukung pelaksanaan penelitian)
D.    Kajian hasil-hasil penelitian relevan
BAB III: METODE PENELITIAN
A.    Tujuan khusus penelitian
B.     Pendekatan metode yang digunakan dan alasannya
Pendekatan metode bervariasi:
Etnografi, study kasus, fenomologis, grounded theory, partisipative ingkuiry, focus group, naturalistuc ingkuiry
C.     Latar belakang penelitian
D.    Data sumber data
E.     Prosedur pengumpulan dan perelkaman data
F.      Analisi data
G.    Pemeriksaaan atau pengecekan keabsahan data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Sebelum kegiatan penelitian dilakukan, tahap awal yang harus dilakukan oleh peneliti adalah membuat proposal penelitian seperti yang telah di kemukan diatas, melalui proposal inilah penelitian dapat mengungkapkan segala rencana penelitian yang akan dilakukannya, suatu proposal dapat dirumuskan apabila seorang peneliti memiliki pengetahuan tentang topik yang akan ia teliti, buku-buku yang relevan yang cukup memadai serta tersedianya sumber/fasilitas yang lain. Proposal penelitian kualitatif bersifat fleksible, dan tidak seketat penelitian kuantitaif. Proposal ini bersifat tentatik dan tidak boleh ditentukan secara rigid  karena masih terbuka kemungkinan untuk di ubah atau disesuaikan setting alamiahnya
Fleksiblenya penelitian kualitatif tidak memberi peluang kepada peneliti untuk membuat proposal. Bogdan dan Biklen menjelaskan bahwa kualitatif juga mempunyai rancangan, tetapi peneliti bekerja di dasari:[2]
1.      Asumsi-asumsi theory
Dalam penelitian kualitatif makna dan proses mempunyai peranan penting dalam memahami tingkah laku manusia. Data yang diperoleh di lapangan berbentuk deskriptif yang di analisis secara induktif
2.      Pengumpulan data
Kebiasaaan dalam pengumpulan data dalam penelitian kualitatif menggunakan teknik observasi berperanserta, wawancara dan analisa dokumen, penelitian kualitatif dalam proses pelaksanannya tidak jauh berbeda dengan kuantitatif tetapi langkah-langkah yang di ketahui tidak terpecah-pecah seperti penelitian kuantitaif. Salah satu unsur yang paling yang harus diperhatikan peneliti dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif adalah menentukan tujuan penelitian , walaupun peelitian kualitatif  tidak menguji teori tetapi penelitian kualitatif harus memiliki gambaran tentang grand theory yang bermanfaaat untuk merekonstruksi temuan di lapangan.
Sumardjono dalam bukunya salim dan syahrum mengatakan bahwa sebuah usulan penelitian harus memuat:
1)      Judul penelitian
Judul penelitian harus di buat dengan kalimat yang sederhana, menarik, jelas, aktual dan mengarah kepada masalah yang akan diteliti. Bahasa yang digunakan hendaknya bahasa ilmiah yang memenuhi standar tertentu dan dapat dipahami oleh orang lain.
2)      Latar belakang masalah
Merumuskan latar belakang penelitian merupakan hal yang sangat penting, dalam latar belakang di rumuskan uraian masalah yang menarik minat dan akan di teliti. Penelitian yang akan di lakukan harus bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian yang di lakukan harus asli dan masalah yang dipilih belum pernah ada yang meneliti
3)      Tujuan penelitian
Dengan demikian, sasaran yang akan di capai dalam penelitian harus dikemukakan dengan jelas dan tegas. Antara masalah , tujuan dan kesimpulan harus sinkron
4)      Kegunaaan penelitian
Adapun kegunaan penelitian seharusnya memuat unsur praktis dan teoritis. Unsur praktis menggambarkan bahwa penelitian yang akan di lakukan berguna untuk mengambil kebijakan tertentu. Sedangkan unsur teoritis, penelitian yang dilakukan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan selanjutnya



5)      Kerangka konseptual/ Kajian teoritis
Sesungguhnya kerangka konseptual menggambarkan hubungan antara konsep-konsep khusus yang akan di teliti, konsep tersebut merupakan gejala yang akan di teliti. Konsep merupakan salah satu teori yang mempunyai sifat lebih konkrit dari pada teori.
6)      Metode peneliitian
Melalui metode penelitian di uraikan secara jelas tentang bahan dan materi yang di gunakan, alat, cara melakukan penelitian. Alat yang di gunakan dalam penelitian pada umumnya menyangkut teknik dan instrument penelitian. Apabila peneliti menggunakan teknik wawancara maka alat yang digunakan adalah tape recoder,dan lain-lain atau pedoman wawancara untuk memandu, pedoman wawancara terbagi atas dua macam: pedoman wawancara terstruktur dan pedoman wawancara tidak tersruktur
Pedoman wawancara terstruktur merupakan pedoman yang disusun secara terperinci sedangkan tidak terstruktur apabila membuat garis beasarnya saja dalam memandu wawancara. Bila peneliti menggunakan pengamatan berperanserta maka harus memenuhi kriteria berikut:
a.       Didasarkan kepada kerangka penelitian
b.      Direncanakan, dilakukan dan dicatat secara sistematis
c.       Hasil yang diperoleh dapat ditemukan kembali secara berulang
Pemilihan observasi sebagai teknik pengumpulan data harus relevan dengan tujuan penelitian dan keterampilan pengamat. Menurut bentuknya, observasi terbagi kepada atas observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Selain itu melalui metode penelitian juga di uraikan analisis data, jenis analisis dapat diplih berdasarkan jenis data yang telah dikumpulkan. Data kualitatif sebelum analisis harus di pisah-pisah menurut kategori masing-masing yang selanjutnya di tafsirkan untuk menjawab permasalahan penelitian
Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian. 
a.       Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.
b.      Kehadiran Peneliti
Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.
c.       Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
d.      Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).
Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.
e.       Prosedur Pengumpulan Data
Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.
f.       Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika.
g.      Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .
h.      Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.
7)      Jadwal penelitian
Dengan demikian, melalui jadwal penelitian diuraikan secara rinci tahap setiap kegiatannya dan jangka waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing tahap kegiatan penelitian dari awal sampai akhir dapat terkendali dari segi waktu
8)      Daftar pustaka
Daftar pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.
Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:
1.      Nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,
2.      Tahun penerbitan
3.      Judul, termasuk subjudul
4.      Kota tempat penerbitan, dan
5.      Nama penerbit.




Daftar Pustaka
Drs Salim M.Pd Dan Drs Syahrum M.Pd, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, Cita Pustaka, 2012
Tim Penyusun Panduan Skripsi IAIN SU, Panduan Penulisan Skripsi, Medan 2011
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2003
Tizzarrahman.wordpress.com/2009/12/09/contoh-proposal-penelitian-kualitatif




[1] Tim penyusun panduan skirpsi IAIN SU, panduan penulisan skripsi, hal 59
[2] Salim dan syahrum, metodologi penelitian kualitatif, hal 194-198

Tidak ada komentar:

Posting Komentar